Langsung ke konten utama

LANJUTAN BAHTERA RUMAH TANGGA

Ingatlah dalam bahtera akan selalu ada gelombang yang menghantam... Kita harus siap dengan gelombang tersebut... Jangan sampai jika ada masalah justru salah satu dari pasangan malah mengadu ke orang tua bahkan ada yang pergi meninggalkan pasangannya... Hal seperti itu salah, kalaupun ada masalah usahakan jangan meninggalkan rumah, jangan kaitkan orang lain(keluarga maupun orang lain) terlebih dahulu, dan selesaikan hari itu juga... Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. "Maukah aku khabarkan kepada kalian tentang isteri kalian yang berada di surga? Kami berkata,”Ya, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Dia adalah wanita yang sangat mencintai lagi pandai punya anak, bila sedang marah atau sedang kecewa atau suaminya sedang marah maka ia berkata: Inilah tanganku aku letakkan di tanganmu dan aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridha kepadaku.” [HR At Thabrani]

Dari masalah-masalah tersebut justru akan membuat kita menjadi lebih dewasa dalam mengambil sikap... Berfikirlah mengunakan akal dan perasaan...Jangan hanya berlogika tanpa merasa dan sebaliknya... Setelah itu ketika kau telah menjadi suami istri nanti, kau juga harus menyadari kau bukan saja bersatu dengan pasanganmu, namun juga dengan seluruh keluarga pasanganmu... Kau harus belajar menempatkan posisimu sebagai menantu, ingatlah mertuamu juga termasuk orang tuamu dan seluruh kerabatnya menjadi kerabatmu... Bagaimana kita harus bersikap dan menghormati mereka... Kelak jika suami lebih perhatian pada ibunya maka itu wajar karena ia milik ibunya... Tersebut dalam riwayat Al Bazzar dari ‘aisyah ra bahwa beliau berkata : “Aku bertanya kepada rosulullah S.A.W “Siapa orang yang paling besar hak- haknya atas wanita?. Beliau menjawab:”Suaminya”. Aku melanjutkan:”siapa orang yang paling besar hak-haknya atas seorang laki laki?”. Beliau menjawab”Ibunya”

Maka jangan cemburu jika kelak suami lebih perhatian pada ibu, ingatlah bahwa ibunya adalah ibu kita juga...Seharusnya para istri senang jika suami menyayangi orang tua.
  • Wahai diriku, ketahuilah bahwa suamimu adalah surga dan nerakamu... Dimana jika kita taat dan patuh padanya(tidak keluar dari syariat) maka itu menjadi surgamu... Ingatlah Hadist ini : "Apabila seorang Isteri menunaikan shalat lima waktunya, berpuasa dibulannya, pandai-pandai memelihara kemaluannya dan mentaati suaminya, kelak akan dikatakan kepadanya:”Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki. ”(Diriwayatkan oleh Ahmad)

    Namun kebanyakan rumah tangga sekarang, suami dan istri memiliki prinsip masing-masing dimana semua merasa prinsipnya yang paling benar... Kurangnya pahaman dan besarnya ego masing-masing pribadi yang meretakan indahnya sebuah pernikahan.

    Kemudian bagaimana sikap istri ketika sang suami dalam kecemasan dan kesedihan... Pasangan harus bisa saling menghibur ketika salah satu sedang berada dalam masa sulit... Seperti hadist dibawah ini :

    Kata Sa’ad bin waqash, aku mendengar Rasulullah S.A.W bersabda: ”Sesungguhnya seorang istri jika tidak membesarkan hati suaminya sewaktu mengalami kesempitannya, maka Allah akan melaknatnya dan begitu pula para malaikat semuanya ikut melaknat dirinya. (al hadits)

    Sebagai seorang istri, kita harus selalu berada di samping suami dalam keadaan apapun... Jangan sampai ketika suami dalam keadaan sulit justru kau pergi meninggalkannya... Namun,kau harus menguatkannya dan menghibur dirinya.

    Masalah selanjutnya kelak telah hadir si kecil diantara suami istri, maka kita akan belajar bagaimana berperan sebagai orang tua... Kelak, ketika si kecil hadir diantara kalian, maka kalianpun akan belajar bagaimana cara mengurus si kecil, apa yang ia butuhkan, apa yang membuatnya nyaman,dsb

    Disini bukan hanya istri yang berperan mengurus si kecil, namun suamipun harus ambil bagian dalam mengurus si kecil... Jangan sampai si kecil tidak mendapatkan kasih sayang dan sentuhan sang ayah... Kehidupan rumah tangga akan terasa lengkap dengan kehadiran sang buah hati... Namun, ingatlah tanggung jawab kita akan meninggkat sebagai orang tua...


    • Dan ingatlah keharmonisan kunci kebahagiaan dalam berumah tangga... Keharmonisan jauh lebih berharga dari sekedar segundukan bahkan segunung koin-koin emas sekalipun... Dan ingatlah jaga keluargamu dari siksa api neraka seperti firman Allah SWT ini : "Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (al Munaafiquun: 9)

      Terakhir,ingatlah wahai diriku ketika kau memasuki bahtera rumah tangga disanalah kau akan selalu belajar hal baru setiap harinya... Allahualam... 
    •  #UntukmuWahaiDiriku
      #NasehatUntukPribadi
      #MahligaiRumahTangga
      #SakinahBersamamu

      By : shof_shofie

    Komentar

    Postingan populer dari blog ini

    KALIJAGA INSTITUTE FOR JUSTICE (KIJ): LOKAKARYA PENGARUSUTAMAAN HAM BAGI HAKIM DAN STAF PENGADILAN AGAMA (PA) WATES, BANTUL, DAN KOTA

    Jumat, 15 Desember 2017 17:25:36 WIB Dilihat : 10 kali Bekerjasama dengan The Asia Foundation dan Ditjen Badilag Mahkamah Agung Republik Indonesia, Kalijaga Institute for Justice (KIJ) UIN Sunan Kalijaga, dalam dua minggi ini menyelenggarakan Lokakarya Pengarusutamaan HAM (Hak Perempuan dan Anak) bagi para Hakim, pegawai dan Pejabat Kepanitraan dan Kesekretariatan Pengadilan Agama Bantul, Wates dan Kota. Bertempat di Hotel Grand Mercure Yogyakarta, 7-8 Desember2017 untuk hakim dan 14-15 untuk staf, Lokakarya kali ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang sama untuk para Hakim Pengadilan Agama, yang diselenggarakan oleh KIJ beberapa waktu yang lalu. Narasumber yang terlibat diantaranya, Dr. Fauzan, Prof. Noorhaidi Hasan, Dr. Mukti Arto, Dr. Ambar Widaningrum dan Dr. Mochamad Sodik. Lokakarya kali ini sesungguhnya merupakan hasil evaluasi pelatihan hakim yang dilaksanakan oleh Pusat Studi Wanita UIN Sunan Kalijaga sejak tahun 2002 hingga 20...

    BAHTERA RUMAH TANGGA

    Jika kita tidak memiliki ilmu dalam membangun rumah tangga maka pondasi rumah tangga akan rapuh dan mudah ambruk. Misalkan suami yang tidak mengerti kewajibannya terhadap istri dan sebaliknya, hal hal seperti ini yang sering sekali menghancurkan pondasi rumah tangga. Seorang yang siap menikah harus belajar bagaimana menjadi suami, apa kewajiban yang harus dipenuhi dan apa saja hak-haknya. Begitupun dengan istri. Jangan sampai ketika menjadi seorang istri tidak mengerti bagaimana kewajibannya kepada suami. Ketika suami pulang bekerja bukannya menyiapkan teh dan air hangat untuk suami justru mengeluhkan masalah-masalah yang tidak penting. Seharusnya seorang istri mengerti kondisi suami, kala suami pulang bekerja setelah seharian penuh bekerja keras banting tulang dan bermandikan keringat serta dilingkupi rasa letih, maka peran istri yakni melayani suami dan membuat suami nyaman. Sambutlah suami dengan wajah yang menyenangkan kemudian buatkanlah teh, siapkan air pan...